Yasinan adalah istilah kegiatan umat muslim untuk membaca surat yasin secara berjamaah. Terutama di kampung-kampung yang berbasis Nahdlatul Ulama (salah satu organisasi islam terbesar, red). Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang diadakan juga oleh sebagian besar masyarakat Desa Serang.

Kegiatan yang ditujukan untuk mendoakan leluhur ini dilakukan dengan berpindah-pindah tempat secara bergiliran diantara anggota jama’ah. Hal tersebut dilakukan untuk mengikat tali silaturahmi antar anggota jama’ah.

Lantas, bagaimana kegiatan yasinan di saat pandemi berlangsung? “Kegiatan yasinan saat pandemi kini sudah boleh dilaksanakan, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Meliputi jaga jarak antar jamaah, wajib memakai masker, cuci tangan setelah dan sebelum kegiatan dengan sabun dan air mengalir, hindari kontak fisik,” ungkap Dwi Handoko, Kepala Desa (kades) Serang, 9 Juli.

Lebih lanjut, Kades dua periode ini menjelaskan, mengikuti kegiatan kemasyarakatan saat Pandemi, kondisi tubuh harus sehat, menghindari menyentuh area wajah.

“Suasana berbeda saat yasinan dimasa pandemi Covid-19, yaitu dengan wajib menerapkan protokol yang ada. Jamaah yang berketempatan kegiatan, wajib menyediakan tempat cuci tangan ataupun hand sanitizer,” tutur Yuli Syamsiah, selaku imam jamaah.

Dengan adanya pandemi ini, kehadiran jamaah berkurang, meski mengalami penurunan tidak menjadi penghalang berjalanya kegiatan. Karena harus saling menyadari, mana yang harus dikerjakan dan mana yang tidak. Semua harus bisa menjaga kondisi tubuhnya masing-masing. Dan tidak ada kewajiban atau suatu keharusan dalam kehadiran di acara tersebut.

Muhamad Giant Ulinuha, selaku ketua NU Desa Serang, menghimbau untuk terus menjalankan rutinitas kegiatan agama seperti yasinan, tahlilan, ataupun istighotsah namun tetap menerapkan protokol kesehatan.(DI-PID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here