Dalam rangka memberdayakan produktivitas masyarakat dan sekaligus melestarikan budaya bangsa Indonesia, Pemerintah Desa Serang Menggelar pelatihan Batik Tulis.

          Pelatihan membatik dipandu langsung oleh pelatih profesional dan diikuti sebanyak 15 peserta, terdiri ibu-ibu PKK dan Karang Taruna. Dilaksanakan di Pendopo Kantor Desa pada tanggal 24 September 2021.

          Para peserta pun sangat antusias mengikuti pelatihan yang dibuka oleh Yeni Nurida, selaku kasi pemerintahan Desa. kegiatan pelatihan ini menggunakan bahan yang terdiri atas kain katun prima yang diberikan motif Flora dan Fauna, dengan menggunakan berbagai macam perlengkapan seperti, Canting sebagai alat pembentuk motif, Lilin (malam) yang dicairkan, Panci dan kompor kecil untuk memanaskan, Larutan pewarna.

          Agung, salah satu pelatih memaparkan tahapan-tahapan membatik tulis sebagai berikut, Nyunggin,  proses pertama kali ketika membuat batik tulis yaitu membuat pola di atas kertas yang dikerjakan oleh spesialis pola. Tidak semua orang dapat mengerjakan pola ini. Njaplak, proses memindahkan pola dari kertas ke kain.

        Nglowong, ditahap ini, pembatik mulai melekatkan malam/lilin sesuai dengan pola yang telah dibuat. Ngiseni, memberikan isen-isen (isian) pada ornamen-ornamen tertentu seperti gambar bunga atau hewan. Nyolet, memberikan warna pada bagian-bagian tertentu dengan kuas.

        Mopok, bagian ini adalah menutup bagian yang telah dicolet dengan malam. Nembok, proses menutup bagian latar belakang pola yang tidak perlu diwarnai. Ngelir, proses pewarnaan kain secara menyeluruh dengan memasukkannya ke dalam pewarna alam atau kimia.

        Nglorod, proses meluruhkan malam untuk pertama kali dengan merendamkannya di dalam air mendidih. Ngrentesi, proses memberikan titik/cecek pada klowongan menggunakan canting dengan jarum yang tipis. Nyumri, menutup bagian tertentu dengan malam. Nglorod, proses akhir meluruhkan dan melarutkan malam pada kain dengan memasukkan pada air mendidih, kemudian diangin-anginkan sampai kering.

        Proses nglorod tergantung pada banyaknya warna yang ingin dihasilkan pada satu helai kain batik. Semakin banyak warna yang diinginkan, semakin banyak proses nglorod yang akan dilakukan.

           “Kedepannya, dengan pelatihan batik ini, diharapkan masyarakat bisa membatik dan akan menjadi salah satu souvenir dan oleh-oleh batik di Desa Wisata Serang, dan tentunya juga akan menbah penghasilan untuk masyarakat desa,” ungkap Dwi Handoko, Kepala Desa Serang.(DI-PID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here