Awal tahun ajaran baru 2020, mayoritas guru dan wali murid khawatir akan perkembangan akademik siswa yang menerapkan pendidikan jarak jauh. Tak terkecuali, Sekolah Dasar (SD) Negeri Serang 1. Salah satu SD yang ada di Desa Serang.

Pada masa pandemi yang bertepatan dengan pendaftaran murid baru, proses pendaftarannya di lakukan oleh guru TK. Hal tersebut agar lebih mudah dalam pendaftaran siswa baru di SD Negeri Serang 1.
“Pendaftaran siswa baru dilakukan secara kolektif ke lembaga langsung, ujar Suprabowo, S.Pd., Kepala SD Negeri Serang 1.

Hal itu dilakukan, sesuai anjuran dari Dinas Pendidikan. Sedangkan untuk melakukan perkenalan lingkup sekolah, dianjurkan kepada murid baru kelas 1 untuk masuk. Bukan hanya perkenalan lingkup sekolah saja, melainkan fasilitas-fasilitas sekolah. Untuk Kelas 2 sampai kelas 6 di liburkan dan tetap mengikuti pelajaran jarak jauh menggunakan Whatsapp dan juga secara offline dengan cara, langsung mengumpulkan tugas ke sekolah setiap hari sabtu.

Kepala sekolah menginstruksikan ke murid baru untuk masuk satu hari pada tanggal 13 Juli.
“Kami juga sudah mempunyai kebijakan tugas itu jangan sampai membebani siswa-siswi yang ada dirumah,” ungkap Kepala Sekolah.

Banyak kendala dalam melakukan pelajaran jarak jauh, di karenakan tidak semua siswa memiliki Handphone dengan fasilitas yang memadai. “Solusinya, jika wali murid tidak memiliki Handphone, dari pihak sekolah memfasilitasi untuk wali murid langsung datang kesekolahan, tetapi harus menerapkan protokol kesehatan,” terang pria paruh baya ini.

Sistem pengumpulan tugas dari anak didik dilakukan secara bergiliran. Agar mudah pelaksanannya, guru membagi pengumpulan tugas per 10 anak setiap jam nya.

Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, lama kelamaan, siswa juga mengeluh. Hal ini di karenakan siswa merasa tidak terlalu paham dengan mata pelajaran yang di ajarkan. Siswa-siswi menginginkan untuk ajaran ini di hentikan di gantikan dengan pembelajaran secara langsung.

Dalam hal ini, karena masih dalam situasi pandemi, Kepala Sekolah memberikan pemahaman kepada siswa-siswi agar bisa memaklumi keadaan saat ini. “Wali murid harus memberikan materi pembelajaran bukan hanya dari guru saja, peran orang tua sangatlah penting dalam sistem pembelajaran jarak jauh ini,” ulasnya.

Memang, peran orang tua sangat signifikan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Tetapi, kelemahan di satu sisi terjadi. Di awal perjalanan sangat sulit menjalankan peran orang tua sebagai guru ganti jarak jauh. Karena mayoritas orang tua memiliki kesibukan yang notabene untuk memenuhi kebutuhan. Namun seiring berjalannya waktu, para orang tua menyadari dan semakin terbiasa dengan situasi dan kondisi.

Mengawasi anak untuk lebih disiplin memang sulit di jalankan. Tetapi, dengan kesadaran akan situasi dan kondisi, orang tua harus memaklumi. Dan ini menjadi pembelajaran yang positif agar peran orang tua lebih dominan. Seperti contohnya mengumpulkan tugas harus di tekankan pada anak, hal itu yang terpenting.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here