Rutinan majelis dzikir dan sholawat Jabal Nur, setiap malam minggu kliwon di Desa Serang-Panggungrejo Blitar

New normal, sebuah tatanan baru, budaya baru yang berada di saat pandemi covid 19. Semua kegiatan yang berbentuk kumpul-kumpul dengan orang banyak sudah banyak di perbolehkan kembali. Seperti majelis Dzikir dan sholawat, pengajian rutin baik mingguan atau bulanan.

                Seperti halnya yang dilakukan Majelis Taklim dan Sholawat Jabal Nur Desa Serang, kembali melaksanakan rutinan sholawat pada Sabtu, 19 Desember 2020. Bertempat di rumah Kepala Desa (Kades). Di ikuti dari berbagai unsur organisasi Nahdlatu Ulama yang ada, mulai Syuriah, Tanfidyah, Muslimat, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Fatayat, Ikatan Pelajar Nadlatu Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) serta seluruh kelembagaan Desa.

                 Acara ini merupakan salah satu kegiatan bulanan di setiap minggu kliwon. Selama pandemi, kegiatan tersebut  sempat vakum beberapa bulan. Semua kegiatan terhenti total, demi memutuskannya mata rantai virus corona yang membahayakan itu.

                Kegiatan semacam ini memang sering dilakukan oleh santri  Pondok Pesantren (Ponpes) Jabal Nur, secara bergilir perwilayah dusun guna menyemarakkan sholawat di Desa Serang. Tidak hanya  pembacaan sholawat, kegiatan ini juga di isi dengan pembacaan rotibul hadad dan tausiyah agama.

                Yang lebih istimewa dari kegiatan rutin ini juga di hadiri oleh Al Habib Ali Tamam Al Jufri dan Al Habib Anis Al Maulachela dari Malang. Beliau hadir untuk yang ketiga kalinya, rencananya beliau akan selalu hadir di setiap rutinan berlangsung.

                “Saya ucapkan terimakasih untuk Mas Kyai Giant dan para santri dari ponpes Jabal Nur, untuk bisa melaksanakan acara tersebut bersama-sama dengan Nahdlatul Ulama Ranting Serang, tokoh-tokoh agama serta kelembagaan desa. Semoga akan menjadi kegiatan rutinan majelis taklim yang ada di Desa Serang,” harap Dwi Handoko, Kepala Desa Serang usai kegiatan berlangsung.

                Sudah menjadi kegiatan rutinan, siapa saja boleh mengikuti acara ini dari dalam maupun luar desa. Namun dimasa pandemi, tidaklah lupa untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan  menjaga jarak.(DI-PID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here