Ribuan ikan layang terdampar di area sepanjang Pantai Serang dari Jumat, 10 Juli sampai saat berita di turunkan.

Warga yang mengetahui fenomena mengejutkan tersebut langsung menyerbu pantai untuk mengambil ikan layang dan para nelayan juga tak ketinggalan melempar jaring di tepi pantai.

Pramu, salah satu nelayan dipantai Serang menjelaskan, bahwa sejak 10 juli lalu kawanan layang mulai terlihat terdampar. Biasanya ikan menepi dari hari mulai gelap hingga tengah malam. Fenomena ini, dinilai sebagai limpahan rezeki yang diberikan Allah kepada nelayan pesisir. Akibatnya, warga berbondong-bondong mengambil ikan layang yang tergeletak di pasir pantai maupun masih ditepian terbawa ombak.

Menurutnya, kejadian terdamparnya ikan layang di pantai adalah hal yang tidak biasa dan diperkirakan ikan (kategori) kecil yang terbiasa hidup bergerombol tersebut menepi akibat kondisi air laut yang dingin.

“Biasanya setahun sekali bisa terjadi, terkadang lima hingga delapan tahun kembali terjadi ikan teri terdampar ke tepi pantai,” tambahnya. Beliau juga menjelaskan bahwa ikan layang yang terdampar tersebut diambil warga untuk dijual. Harga kisarab 10 ribu per kg dan selain itu juga dikonsumsi sendiri.

“Tak ketinggalan masyarakat yang mendengar hal itu juga memanfaatkan kesempatan menjaring ikan layang yang bergeser tepi laut dengan menjaring sistem pukat. Hasilnya, ikan layang bisa didapat sekitar 50 kg,” jelasnya.

Peno salah satu warga pesisir pantai meminta bahwa kejadian ikan layang terdampar ke tepi pantai tersebut tidak dikaitkan dengan hal-hal yang lain yang mengakibatkan masyarakat pesisir gelisah. Untuk itu, dirinya mengimbau pihak-pihak untuk berhenti mengait-ngaitkan akan adanya kejadian lain di balik terdamparnya ikan di pantai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here