Ritual Petik Laut Pantai Serang merupakan tradisi turun-temurun. Dilakukan oleh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan sebelum penanggalan satu suro. Petik Laut merupakan simbol wujud syukur warga atas rezeki yang telah diberikan dan memohon keselamatan. Kegiatan ini berisi mulai kenduri hingga do’a bersama.

Warga pesisir pantai Serang nampak antusias menyaksikan ritual ini. Mengabadikan momen dengan kamera ponselnya menjadi kewajiban yang tak ter elakkan.

Untuk tahun 2020 ini, masyarakat yang berprofesi sebagai Nelayan di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo menggelar tradis Petik Laut tepat di hari sabtu, 15 agustus. Dihadiri oleh perangkat desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Muspika, Polsek, Koramil, Perhutani, dan tentunya para Nelayan Pantai Serang.

“Kegiatan ini menjadi tradisi secara spiritual, kami selaku pemerintah desa memfasilitasi, mensuport agar petik laut ini harus dilestarikan. Semoga, dengan apa yang telah dilakukan, rezeki senantiasa dilimpahkan untuk nelayan, dan diberi keselamatan dalam melaut di pantai serang,” unkap Dwi Handoko, Kepala Desa Serang.

Ketua Kelompok Usaha Bersama 1 (KUB), Gatot mengatakan rangkaian petik ini mendapat perhatian besar dari warga sekitar. “Ritual ini merupakan cara kami dalam mensyukuri rezeki yang telah kami dapatkan sekaligus acara do’a bersama agar diberi keselamatan saat mencari ikan, sekaligus memperoleh hasil yang melimpah,” ungkapnya.

“Kegiatan petik laut ini ada tiga agenda. Yang pertama yaitu campursari yang dimulai satu hari sebelumnya, dan pada pagi ini dilaksanakan selamatan dan ditutup dengan musik hiburan untuk memriahkan acara ini,” tutur Misyadi ketua KUB 2.

Dari kegiatan ini di harapkan, mampu menjadikan nelayan sebagai insan yang peduli terhadap alam sekitar utamanya laut sebagai sumber mata pencaharian. Selain itu juga mengingatkan kembali bahwa semua yang di dapat adalah berkah dari Yang Maha Kuasa.(DI-PID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here