Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata yang bertempat di Omah Segoro Pantai Serang, pada Rabu 11 hingga Jumat 13 November 2020.

                Membicarakan  pariwisata di Kabupaten Blitar, bukan saja menjadi wewenang  pemerintah daerah. Perkembangan pariwisata, tentu menjadi tanggung jawab semua elemen yang ada. Dalam upaya meningkatkan tata kelola destinasi wisata di Kabupaten Blitar, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga melaksanakan pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata yang bertempat di Omah Segoro Pantai Serang, pada Rabu 11  hingga Jumat 13 November 2020.

                Kegiatan diskusi tata kelola destinasi wisata Kabupaten Blitar kali ini, diikuti oleh  sebelas desa dari tiga Kecamatan yaitu, Panggungrejo, Wates dan Wonotirto.

                Tata kelola destinasi wisata Kabupeten Blitar kali ini merupakan sinergitas antara pengelola destinasi wisata di tiga Kecamatan wilayah selatan dengan para stakeholder pariwisata, menjadikan sebuah sistem atau bentuk kemandirian dari masyarakat dalam mengelola atau membuat inisiatif untuk pengembangan pariwisata yang bertujuan mensejahterakan  masyarakat pada umumnya.

                Pelatihan ini bertujuan memberikan pembekalan terhadap Pemerintah Desa (Pemdes) yang berpotensi di bidang pariwisata khususnya pantai , agar mempunyai skil dan pengetahuan dalam pengelolaan pariwisata.

                Mengapa difokuskan ke pantai? Karena pantai merupakan aset terbesar pariwisata di Kabupaten Blitar, apabila di kelola dengan baik maka dampak dari wisata pansela akan bisa memberikan nilai positif dalam arti peningkatan kunjungan wisatawan.

                Hal ini ditegaskan oleh Kasi Pengembangan Kelembagaan Pariwisata Kabupaten Blitar, Arkham Maulana, S.Pt., MM. dalam Pelatihan Tata Kelola Destinasi  Wisata Kabupaten Blitar.

                 “Harapan kami adalah masyarakat disini segera menyatukan visi dan misi serta stakeholder yang ada dengan desa agar bersatu dalam pengembangan pariwisata. Sehinga pariwisata yang ada, bisa fokus dalam peningkatan kesejahteraan  masyararakat. Adanya sinergitas antara para pelaku wisata dan pengelola destinasi lebih bagus, mempunyai keunikan, keragaman masing-masing. Sehingga dengan adanya pelatihan tata kelola wisata kali ini diharapkan sektor pariwisata di Blitar bisa memberikan dampak ekonomi pada masyarakat sekitar di desa tersebut,” ungkap Arkham.

                Yang jadi penekanan adalah bagaimana tata kelola destinasi wisata di Kabupaten Blitar disesuaikan dengan keahlian sumber daya manusia (SDM). Dalam mengelola wisatanya semakin baik mau bersinergi dengan destinasi lain dan juga semakin kreatif lagi dalam menyajikan segmen wisatanya.

                 “Dari pelatihan ini harapan kita dari pengelola dan pokdarwis ataupun BUMDes, berbenah untuk bisa paham apa itu pengembangan pariwisata, apa itu manajemen pariwisata. Saya mengucapkan terimakasih kepada Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa bermanfaat untuk kemajuan pariwisata di wilayah pansela,” ujar Dwi Handoko, Kepala Desa Serang.(DI-PID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here