Jalur Lintas Selatan (JLS), merupakan jalan yang menghubungkan antar wilayah, guna mempercepat sarana transportasi. Dalam pembangunannya, JLS kini sudah memasuki wilayah Desa Serang dan Desa Ngadipuro.

Kamis, 23 Juli, perusahaan PP selaku kontraktor pembangunan melakukan sosialisasi penggunaan Dinamit untuk pemecahan batu.

Kegiatan ini di ikuti pemerintah Desa Serang , Desa Ngadipuro, perwakilan kapolsek Panggungrejo, Perwakilan Kontraktor, Danramil Panggungrejo serta perwakilan warga Serang dan Ngadipuro. Bertempat dipendopo Desa Serang, acara dimulai sekira 13.30, hingga 15.00 WIB.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada warga tentang kegiatan peledakan dan efek dari kegiatan tersebut. “Memberi pengarahan pada warga tentang peledakan dan efek dari peledakan tersebut, jadi intinya efek dari peledakan itu sendiri tidak berbahaya selama kegiatan tersebut sesuai dengan standart operasional yang berlaku, nantinya kita akan membuat papan pengumuman, bendera ada dua warna. Pertama, bendera berwarna merah yang artinya ada proses peledakan. Kedua, bendera berwarna hijau tidak ada proses peledakan, yang fungsinya agar warga bisa tau kapan proses peledakan dan tidak, yang akan ditempatkan pada akses masuk JLS yang utama,” ungkap Bandi ismono, selaku perwakilan pengelola proyek pembangunan JLS.

Saat ini JLS sudah sampai diwilayah Banyuurip tepatnya di Desa Ngeni, Dusun Banyuurip, Kecamatan Wonotirto, untuk arah kebarat dan rencananya untuk arah ketimur dari Desa Serang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, diperkirakan tahun 2021. Dan dari wilayah Malang ke barat sudah proses pengerjaan.

Kenapa dilakukan peledakan? Karena kondisi batuan yang sangat berat. Sedangkan alat-alat yang digunakan, tidak memadai. Dan solusi terbaik untuk mempersingkat waktu kerja proyek ini memakai bahan peledak. Diperkirakan radius peledakan itu sendiri dengab jarak 500 meter dari manusia. Peledakan tersebut nantinya akan dilakukan setiap hari. Sekitar tengah hari sesuai prosedur yang di anjurkan. Jika ada kendala dilapangan pihak kontraktor JLS akan melakukan proses peledakan dua hari sekali .

“Rencana peledakan saat ini masih menunggu perkembangan proses perijinan, diperkirakan dalam proses perijinan ini permintaan dari pihak desa sebelum peledakan diadakan slametan dulu kemungkinan minggu kedua bulan depan,” ungkap Hari, Pimpinan proyek JLS.
Jarak JLS yang dikerjakan ini sekitar 4 kilometer, lokasi peledakan ada 11 titik , 3 di wilayah Ngadipuro dan 8 titik berada di Desa Serang. Proses peledakan akan bertahap dalam satu hari bisa menghasilkan 1300 kubik batuan dan diperkirakan akan berjalan sekitar 3 hingga 4 bulan.

“Masyarakat mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan antusias, proyek JLS ini juga akan mendorong perekonomian yang lebih baik. Secara khusus masyarakat Desa Serang dan desa-desa lainnya yang berada diwilayah selatan,” ungkap salah satu perwakilan proyek pembangunan.

Adi sebagai salah satu warga Serang, mengatakan dengan dibangunnya JLS akan menumbuhkan ekonomi masyarakat. Terutama Desa Serang, umumnya Kecamatan Panggungrejo, ia berharap awal hingga akhir pembangunan tidak ada ganguan apapun dan warga tidak terkena dampak saat peledakan berlangsung.(PID-NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here