Desa Serang, selain unggul disektor pariwisata juga unggul di bidang pertanian. Terletak tidak jauh dari bibir pantai, puluhan hektar tanaman padi nampak hijau di tengah pandemi Covid-19. Petani Serang peduli dengan ketahanan pangan, meningat beras menjadi kebutuhan pokok untuk kehidupan.

Pandemi virus Corona (COVID-19) berdampak baik untuk sektor pertanian lokal. Karena demikian, sektor import harus terhenti dan mengandalkan bahan pangan lokal. Dikarenakan ditengah keterpurukan berbagai sektor bisnis, hanya sektor pertanian yang terus tumbuh selama pandemi Corona.

Menurut Sugeng salah satu petani, perekonomian masyarakat bisa bangkit dari keterpurukan jika sektor pertaniannya terus dioptimalisasi. Oleh karena itu, ia mengajak para pengusaha saling berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Desa Serang.

“Pertanian tidak boleh berhenti, teruslah menanam, tapi juga harus menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Diharapkan empat bulan kedepan hasil panen bisa maksimal dan petani tetap sehat,” ujar Lajeng Utomo, salah satu perangkat desa.

Pihaknya menekankan, pentingnya upaya disektor pertanian untuk memenuhi penyediaan pangan dalam menghadapi musim kemarau ditengah pandemi Covid-19.

“ Pertanian cukup rawan terhadap serangan hama, salah satunya adalah hama tikus dan wereng. Hama ini bisa merusak tanaman dan mengakibatkan petani gagal panen. Tidak hanya hama yang menjadi kendala, sektor pengairan sawah juga terganggu dikala musim kemarau,” ungkap Sutikno, salah satu petani padi.

“Pemerintah memberikan penyuluhan terkait dengan masalah pertanian ataupun memberikan bantuan bibit padi maupun pupuk. Agar hasil panen bisa maksimal dan sesuai dengan apa yang diharapkan,” ucapnya.(PID-DI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here