Poskamling merupakan kependekan dari Pos Keamanan Lingkungan. Bila diperhatikan keamanan dan ketertiban lingkungan sangat penting adanya. Untuk mewujudkannya lingkungan yang aman dan nyaman maka perlu dibangun kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling, red).

Peran serta masyarakat untuk menjaga keamanan wilayah sangatlah penting, terutama saat Pandemi Covid 19 merebak. Warga Desa Serang tak mau ketinggalan dan merasa terpanggil untuk mengamankan wilayahnya. “Karena di masa Pandemi covid 19, perekonomian menurun, banyak terjadi desas desus soal keamaan lingkungan. Baik pencurian maupun tindak kriminal lain. Entah kebenatannya. Yang terpenting kami menjaga wilayah kami dari tindak kejahatan,” ungkap salah satu pemuda peduli keamaan Desa Serang ini.

Setali tiga uang, tujuan diadakannya poskamling itu sendiri adalah untuk menjaga keamanan. Aparat tanpa dukungan dan peran serta masyarakat juga hasilnya tidak akan bisa maksimal. Dengan peran serta warga masyarakat maka akan lebih mudah menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan nyaman.

Meskipun terlihat sederhana, poskamling keberadaannya sangat penting. Melalui pengadaan poskamling keamanan lingkungan akan lebih terjaga dari tindakan kejahatan. Sistem keamanan lingkungan perlu diberdayakan.

Adapun poskampling diwilayah desa serang keseluruhan ada 7 titik poskampling, diantaranya di wilayah Serang 1, Kedung Krombang, Kedung Grontol, dan wilayah Putuk Rejo. Poskampling yang tersebar tersebut mayoritas memiliki luas yang sama, sekitar 3 x 4 meter. Yang mana setiap poskampling mempunyai fasilitas yang berbeda-beda tergantung kemampuan wilayah setempat.

Salah satunya berada, di lingkungan RT 04 RW 04 Dusun Kedungkrombang. Pembangunan pos kamling atau pos jaga di lingkungannya ini menelan dana sebesar Rp. 3 juta, bangunan terbuat dari tembok berukuran 3 x 4 meter.

“Nilai bangunan pos ini sebesar Rp. 3 juta dengan ukuran 3×4 persegi terbuat dari bahan tembok. Untuk sumber dananya sendiri berasal dari lingkungan warga 04/04 dan donatur dari warga sekitar,” ujar Slamet, ketua RT, saat di temui redaksi pada Jumat, 24 Juli.

Sebelum pembangunan, lanjut Slamet, keberadaan bangunan pos kamling tersebut kembali menjadi perbincangan hangat oleh sejumlah masyarakat RT setempat.

Akhirnya, dari perbincangan tersebut disepakati pembangunannya berada di tengah-tengah wilayah warga 04/04. Di tempatkan di tengah, ini merupakan upaya, agar warga tidak terlalu jauh bila melakukan penjagaan di wilayahnya.

“Untuk status tanah yang ditempati ini, masih milik warga. Pembangunan pos sudah berjalan satu minggu ini, diperkirakan akan selesai empat hari kedepan. Namun masih terkendala dengan bahan material yang belum lengkap seperti, keramik dan tambahan semen,” ucapnya.

Diterangkan Slamet, awal pembangunan ini dikarenakan tahun ini tidak ada acara pawai kebudayaan tingkat desa. Sehingga dana yang seharusnya dibuat untuk pawai, dialih fungsikan menjadi pembangunan pos kamling. Sebuah pemikiran jitu yang diharapkan mampu memberi manfaat untuk warganya.

Direncanakan setelah berdirinya pos kampling ini, nantinya ada penjadwalan penjagaan setiap minggunya dari 64 Kepala Keluarga.

Warga berharap, Pemerintah Desa (Pemdes) turut membantu dalam kesuksesan pembangunan ini. Sunyoto salah satu warga juga sesepuh lingkungan, mengharapkan setelah pembangunan pos ini dapat menjaga keselamatan warga. Ditambah beberapa bulan yang lalu situasi kurang aman, sehingga dibangunya pos kamling warga 04/04.

Peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan menjadi ujung tombak akan penjagaan wilayah ini. Dan di harapkan, tidak hanya masa pandemi saja pos ini aktif menjaga keamanan. Tetapi, menjadi awak kepedulian masyarakat untuk saling menjaga keberlangsungan keamanan secara terus menerus. Agar jiwa-jiwa kebersamaan dan kepedulian tetap muncul dan melekat di tiap diri warga.(PID-DI / PID-NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here