Agenda tahunan yang tidak boleh terlupakan oleh desa adalah Bersih Desa. Hal tersebut bertujuan untuk memperingati, mensyukuri dan memohon doa keselamatan segenap masyarakat dan atau wilayah desa atas limpahan rezeki, rahmad dan segala bentuk kesalahan. “Bersih Desa Serang tahun 2020 alhamdulilah sudah terlaksana, sederhana tapi tidak menghilangkan filosofi dari bersih desa itu sendiri. Bersyukur karena ditengah pandemi Corona, kita bisa melaksanakan tradisi ini. Ada berbagai kegiatan dimulai dari 9 hingga 10 juli 2020,” tutur Kepala Desa Serang, Dwi Handoko

Mulai acara Khotmil Quran hingga Ruwatan Murwakala menjadi agenda penting Bersih Desa tahun ini. Satu persatu acara menjadi titik balik dengab harapan bahwa masyarakat Desa Serang di beri keselamatan apalagi di tengah pandemi covid 19.

KHOTMIL QUR’AN
Dilaksanakan pada Kamis (9/7), bertempat di Pendopo Kantor Desa Serang, kegiatan dihadiri Perangkat Desa, Ketua BPD, Ketua Tanfidyah Nahdlatul Ulama, serta tokoh agama setempat. Acara ini tentunya tetap berdasarkan protokol kesehatan yang sudah di tentukan.
Acara dimulai tepat 07.00 hingga 13.00 WIB. Dipimpin oleh K. Sunan selaku pemuka agama.
Sebagai pembuka acara diisi tawasul sekira 15 menit. Dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al Quran. Hingga sema’an selesai acara berjalan lancar dan khidmat.
“Semoga dengan Khotmil Qur’an ini dapat menjadi doa yang mustajabah guna meredam wabah sekaligus menyingkirkan pandemi Covid-19 dan kembali menuju tatanan kehidupan normal yang produktif dan aman,” harap Sukri Sekdes Serang.

SEDEKAH BUMI
Tradisi sedekah bumi, merupakan salah satu bentuk tradisi tradisional turun-temurun yang dilaksanakan masyarakat Desa Serang. Acara tersebut berbentuk Kenduri. Dengan Kenduri dan Do’a bersama Pemerintah Desa Serang menggelar Sedekah Bumi yang di ikuti oleh seluruh ketua RW dan ketua RW se Desa Serang.
Tepat 13.00 WIB acara dimulai. Dipimpin oleh Mbah Tukidi selaku sesepuh Dusun serang Satu. Bertempat di makam pendiri Desa Serang, Mbah Marto Sentono.
Bukan hanya di situ saja, kenduri juga dilaksanakan di Punden Grontol, yang terletak di Dusun Serang Dua, Panggung Grontol, RT 02 RW 05. Disini, kenduri di pimpin oleh Mbah Santosa selaku sesepuh dukuh setempat. Terakhir, sedekah bumi di Punden Kedung Krombang, terletak tidak jauh dari Balai Desa, tepatnya di RT 2 RW 03. Hingga pukul 16.00 WIB Kenduri tersebut selesai. Di akhir acara, Dwi Handoko selaku Kepala Desa Serang mengungkapkan, bahwa Kenduri atau Sedekah Bumi sebagai wujud rasa syukur untuk nikmat dan segala apa yang diberikan oleh Allah SWT terhadap Desa Serang selama ini.

ISTIGHOTSAH DAN TAHLIL
Tak berhenti sampai di situ. Tepat 20.00 WIB, rangkaian acara Bersih Desa masih berlanjut. Yaitu pembacaan kalimat Istighotsah dan tahlil. Sekretaris Desa Serang di dapuk membuka acara. Bertempat di Pendopo Kantor Desa, dihadiri Perangkat Desa, Ketua BPD, Ketua LPMD, Ketua Tanfidyah Nahdlatul Ulama, Ketua Syuriah Nahdlatul Ulama beserta Ketua IPNU dan IPPNU.
Dalam sambutannya, Kades Serang, Dwi Handoko, mengatakan kegiatan istighotsah dan tahlil digelar rutin setiap tahunya. Bersih Desa kali ini nampak berbeda yang biasanya digelar secara besar-besaran, dengan adanya wabah Covid-19 kegiatan dilaksanakan secara sederhana.
Beliau juga menjelaskan, bahwa kegiatan sosial kemasyarakatan diperbolehkan, kecuali hajatan atau resepsi pernikahan. Itupun, tetap menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker dan hindari kontak fisik.
Pembacaan Istighotsah dan tahlil dipimpin oleh KH. Khoirul Anan, selaku pemuka agama. Dilanjut dengan Do’a bersama yang dipimpin dari masing-masing dusun. Dusun Serang Satu dipimpin K. Masrukin, Serang Dua di pimpin KH. Manan. Sedangkan Serang Tiga di imam-i K. Sumardi.
Acara tersebut di akhiri dengan Kenduri hingga waktu menunjukkan 21.30 WIB.

PAGELARAN WAYANG KULIT RUWAT MURWOKOLO
Dilanjutkan keesokan paginya, dengan acara Ruwat Murwokolo. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membersihkan kala-kala (kotoran, lelaku buruk, kesalahan, red). Dengan harapan Wilayah Desa beserta masyarakatnya kembali pada kebersihan jiwa dan bertingkah laku dan dihilangkan gangguan-gangguan.
Acara tersebut di ikuti oleh seluruh perangkat Desa. Bertindak sebagai dalang, Ki Tukijo. Hentakan suara dalang dimulai tepat 08.30 hingga tengah hari.
“Kegiatan ini berfungsi sebagai pagelaran juga sebagai ritual adat, tradisi untuk tolak balak. Meghilangkan segala mara bahaya, segala sukerwaler atau pun usaha untuk membersihkan lahir batin warga masyarakat Desa Serang,” ungkap Mbah Lurah, sapaan akrab Dwi Handoko sebagai Kades Serang.
Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan Bersih Desa ini, diharapkan seluruh warga masyarakat Desa Serang mengilhami arti dan makna Bersih Desa itu sendiri. Hal itu untuk keberlangsungan pembangunan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat.(DI-PID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here