Penerapan tatanan kehidupan baru di wisata Pantai Serang sudah dimulai 4 Juli 2020, Sejak itu pula ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 mulai bangkit. Termasuk munculnya Samaratakopi di kawasan pantai serang.

Samaratakopi adalah minuman berbahan dasar kopi produk pemuda-pemuda kreatif Desa Serang. Berawal dari empat anak muda yang di antaranya, Ilham (24), Hendik Eko Prasetyo (24), Alferdo Dwi Anggoro (21), Aji Nugroho (24). Empat anak muda penuh dedikasi dan kreasi tersebut bekerja jeras, berfikir membuat produk yang bisa di banggakan wilayahnya. Akhirnya, ketemulah Samaratakopi.

Nama samarata diambil dari harga jual. Untuk semua varian dijual 10 ribu, itupun juga untuk semua kalangan, mulai dari anak hingga dewasa. Selain itu, usia mereka berempat, yang sama-sama berteman sejak kecil. Selain itu, dalam berbagai aspek bekerjanya sekalipun juga dibuat sama. Modal-nya juga sama nilainya dari masing-masing orang.

Berbekal pengalaman bekerja di restoran, empat pemuda ini mendirikan Samaratakopi. “Kami awalnya berada di resto, kemudian adanya pandemi covid 19 dan melihat situasi di desa (peningkatan wisata, red), kami akhirnya memutuskan untuk usaha bersama saja. Dan di kawasan wisata Serang ini kita ingin berkreasi dan bersama membangun ekonomi desa,” ungkap edo, sambil malu-malu.

Mereka memulai usaha pada 1 agustus 2020. Samaratakopi berlokasi tepat di tengah kawasan pantai serang, dekat dengan tempat parkir mobil. Samaratakopi buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.

“Diharapkan kedepanya bisa berkembang, dilihat dari prosentase penjualan. Meskipun masih awal, Samaratakopi tidak kalah ramai dengan yang lain,” tukas edo, yang memiliki wajah ras cina.

Berkaitan bahan baku, Samaratakopi mengambil bahan dari Malang. “Untuk bahan baku, kita menggunakan kopi jenis Robusta yang berasal dari Malang. Kenapa kita mengambil bahan dari malang? Ini berkaitan dengan harga dan kualitas,” ungkap Ilham dengan nada serius.

Lebih lanjut, edo menambahkan, dia berharap, masyarakat Desa Serang ada yang menanam kopi jenis robusta, agar bisa di kolaborasikan dalam ber-usaha.

Tidak hanya itu, untuk mengembangkan bisnisnya, mereka berempat berencana untuk membuat mini bar.

Usaha yang baru lahir ini, bahkan belum bisa di katakan untung, tetapi mereka berempat patut berbangga. Di saat masa pandemi, dagangan mereka bisa di terima konsumen dan mampu memberikan keuntungan yang lumayan. “Kalau soal pendapatan, kami tidak menyangka akan se-laku saat ini. Karena masih beberapa hari buka dan saat ini masih pandemi corona,” urai Ilham dengan gerakan tangan seolah menjelaskan. Rata-rata dalam sehari bila kondisi liburan, samaratakopi mampu meraup omset di kisaran 1,5jt rupiah sehari. Sebuah nilai yang di luar prediksi, mengingat usaha tersebut masih hitungan hari di mulai.

“Tidak puas dengan kopi saja, kami juga akan mulai membuat barang-barang kreasi pantai Serang. Mulai dari gantungan kunci hingga T-shirt khas Pantai Serang. Sebagai bahan oleh-oleh atau cinderamata,” seloroh Edo.

Setali tiga uang, keinginan empat anak muda yang memulai usaha dari samaratakopi, mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Serang, Dwi Handoko.

Kepala desa dua periode tersebut mendukung penuh dan siap memfasilitasi ekonomi kreatif dengan salah satunya merintis wadah kreatifitas anak muda. Yaitu dengan jalan membuat Rumah Serang Kreatif. “Rumah Serang Kreatif ini sebagai wahana untuk belajar, berkreatifitas dan berproduksi sehingga ekonomi kreatif di Desa Serang, bisa bertumbuh kembang dan akan menjadikan pemuda-pemuda desa bisa mendapatkan penghasilan didesa nya sendiri. Serta meningkatkan ekonomi masyarakat secara umum,” terang Kades 42 tahun ini.

Beliau berharap, dari empat remaja itu, akan memunculkan remaja-remaja yang lain untuk saling bersinergi dan meningkatkan kualitas diri. Baik dalam kreatifitas maupun peningkatan perekonomian. Sudah saatnya pemuda serang untuk bangkit, berdiri dan menjadi pusat ekonomi remaja. The young development economic centre.(DI-PID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here