BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki desa melalui penyertaan modal langsung yang berasal dari kekayaan desa. Lembaga ini diharapkan sebagai kekuatan yang akan bisa mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan dengan cara menciptakan produktivitas ekonomi bagi desa berdasar pada ragam potensi yang dimiliki desa.

BUMDes harus lahir atas kehendak seluruh warga desa yang diputuskan melalui Musyawarah Desa (Musdes). Musdes adalah forum tertinggi melahirkan berbagai keputuan utama dalam BUMDes mulai dari nama lembaga, pemilihan pengurus hingga jenis usaha yang bakal dijalankan.

Sejarah BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Desa Serang berdiri tahun 2010, namun dengan berjalan nya waktu BUMDes Desa Serang berhenti sementara dan pada akhirnya tahun 2014 era kepemimpinan Kepala Desa Dwi Handoko, BUMDes aktif kembali hingga sekarang.

Ada empat bidang usaha BUMDes antara lain, Sentra Kambing, Pasar Desa, HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) berjumlah dua unit yaitu, Tirto Agung dan Serang 1. Tidak hanya itu BUMDes juga bergerak dalam sektor pariwisata, sementara ini yang masih beroperasi Wisata Pantai Serang. Selain itu juga ada beberapa wisata lain yang rencananya akan dibuka pada awal tahun ini.

Namun, apa di kata, adanya wabah Covid-19 menyebabkan perencanaan pembukaan ditunda.

Sangat penting pendirian BUMDes untuk kemajuan desa. Dimana, keuntungan dikembalikan kepada masyarakat. Hal itu, dirasakan dalam bentuk pembangunan maupun sarana dan prasarana.

Untuk saat ini, pada masa pandemi, pendapatan BUMDes menurun, terutama pada sektor pariwisata dikarenakan sejak menyebarnya virus ini Dinas pariwisata Kabupaten Blitar menutup semua sektor pariwisata yang ada termasuk Kawasan Wisata Pantai Serang. Bukan hanya itu, kendala yang lain juga ada. “Adapun kendala dari BUMDes yaitu biaya operasional, karena dari faktor usia peralatan. Contohnya, peralatan dan bahan HIPPAM sudah saatnya direnovasi,” ungkap Purnomo.

Manajemen BUMDes bersifat transparan kepada masyarakat. Disetiap sektor melakukan pembukuan dan rekapitulasi yang siap untuk dipertanggung jawabkan kepada kepala desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Selaku Bendahara, Umi berharap kedepanya ada tambahan modal untuk pengembangan dari sektor pasar dan HIPPAM, dikarenakan biaya operasional sangat besar.

Nurokhim, sebagai salah satu penerima manfaat dari unit sentra kambing mengharap, adanya bantuan pakan ternak, berupa nutrisi seperti bekatul. Tidak hanya itu, diharapkan kedepanya limbah kotoran kambing dapat diolah menjadi pupuk kompos, yang nantinya akan dapat memberi pemasukan BUMDes maupun petani.

Dengan adanya BUMDes ini, di harapkan juga mampu menjadi motor penggerak peningkatan perekonomian masyatakat Desa.(PID-DI / PID-NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here